Mahasiswa Penerima Beasiswa Australia dan Diduga Melakukan Pelecehan Seksual Terhadap 30 Wanita

  • Whatsapp

INDOTRENDING.COM – Dugaan pelecehan seorang mahasiswa telah dilaporkan sejumlah korban telah dilaporkan ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta. Terduga di yakini adalah salah satu mahasiswa penerima beasiswa di Australia.

Sejak 20 April lalu sampai dengan 9 Mei 2020 korban yang melaporkan terduga mencapai 30 orang. Pihak kampus terduga angkat bicara terkait kasus ini. Mereka menyerahkan kasusnya ke proses hukum yang berlaku demi menegakkan keadilan.

Read More

Di media sosial instagram terduga dengan akun ibrahinmalik muncul pernyataan bahwa dia menulis surat terkait kasus dugaan pelecehan seksual tersebut.

“Bahkan sebelum pemberitaan menyebar, tidak ada satupun pihak yang menghubungi saya, meminta klarifikasi, atau tabayyun. Sehingga ketika berita tersebar secara cepat dan masif, saya tidak punya kesempatan untuk membela diri. Jika memang ada yang pernah merasa dirugikan, sebagai warga Negara yang memilki hak konstitusional saya persilahkan untuk menempuh jalur hukum.” Tulisan di sebagian surat itu.

Dikutip dari abc.net.au dia juga mengatakan “Saya hormati itu, itu kan hak prerogatif kampus, tapi sampai sekarang kan semua itu masih dugaan. Artinya saya juga masih bingung kenapa saya disuruh harus meminta maaf.”

Laporan para korba kin telah diselidiki pihak LBH Yogyakarta, termasuk proses hukum yang akan dilakukan. Karena kasus ini juga mendapat liputan dari media luar Australia.

Pernyataan Kuasa Hukum Korban LBH Yogyakarta

Dalam wawancara langsung dengan Meila Nurul Fajriah selaku kuasa hukum korban LBH Yogyakarta menyebutkan bahwa dalam 4 hari mereka menerima laporan 30 kasus sekaligus, dan itu tidak hanya mengarah kepada kasus pelecehan seksual tetapi juga sampai pada kekerasan fisik yaitu pemerkosaan.

Meila juga menuturkan bahwa pengaduan masuk pertama kali yaitu pada tanggal 17 April 2020 lalu. Dari situ kemudian banyak korban yang mulai membuka suara dikarenakan korban pertama yang melapor tersebut posting ke media sosial.

Berikut video wawancaranya

Related posts