Tim Pengacara Dua Terdakwa : Kerusakan Mata Novel Baswedan Akibat Salah Penanganan Bukan Karena Penyiraman

  • Whatsapp

Tim pengacara dari Divisi Hukum Polri yang mewakili dua terdakwa penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, mengatakan kerusakan pada mata Novel Baswedan merupakan “kesalahanan penanganan” dan “bukan akibat penyiraman”.

Pernyataan itu disampaikan tim pengacara kedua terdakwa dalam sidang dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (15/06).

Read More

Rahmat Kadir bersama Ronny Bugis dituduh melakukan aksi penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, pada Selasa 11 April 2017, usai Novel menunaikan salat Subuh di masjid dekat rumahnya.

Dalam sidang yang disiarkan PN Jakarta Utara melalui YouTube, tim pengacara berargumen bahwa hasil visum et repertum nomor 03/VER/RSMKKG/IV/2017 yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Mitra Keluarga mengenai luka bakar di bagian wajah dan kornea mata kanan dan kiri Novel, bertentangan dengan keterangan saksi-saksi.

“Kerusakan mata yang dialami saksi korban ini [Novel Baswedan] sesungguhnya bukan akibat langsung dari tindakan penyiraman yang dilakukan terdakwa, melainkan kesalahan penanganan yang dilakukan pihak-pihak tertentu,” sebut tim pengacara kedua terdakwa.

Ditambahkan tim pengacara, kedua terdakwa melakukan aksinya tidak dilakukan dengan perencanaan, “melainkan sebagai bentuk spontanitas terdakwa yang memiliki sifat impulsif.”

“Kebencian terdakwa terhadap perilaku saksi korban yang tidak lagi menghargai jiwa korsa, menjadi pemicu bagi terdakwa untuk memberikan pelajaran terhadap saksi korban.

“Pencarian alamat melalui Google, melalui survei, dan mencampur air aki dengan air tidaklah dapat dikatakan sebagai bentuk perencanaan karena terdwak tidak memikirkan segala akibat atau risiko yang terjadi,” papar tim pengacara.

Jiwa korsa terdakwa yang tinggi, menurut tim pengacara, “menjadikannya sedikit gelap mata sehingga terdakwa melakukan penyiraman untuk mengingatkan ” Novel agar Novel ” bisa bersikap ksatria, tidak mengorbankan anak buah, serta institusi yang membesarkannya.”

Related posts