Tulisan Tere Liye Ini Membuat Partai Penguasa Panik

  • Whatsapp

Di tengah pandemi ini ternyata masih ada saja masalah lain yang terjadi pada negeri ini. Salah satunya tentang korupsi dari beberapa oknum pejabat. Hal ini membuat penulis buku Negeri Para Bedebah, Tere Liye menuliskan beberapa pernyataan tentang keadaan negeri ini.

Berikut tulisannya yang di posting dalam akun fanspage milik Tere Liye sendiri.

Read More

Buronan

Kalian kenal dengan Nazaruddin? Tidak? Tidak apa.

Saya akan menceritakannya.

Dia adalah Bendahara Umum Partai Demokrat. Tahun 2004-2014, saat SBY berkuasa, Demokrat ini digadang2 bakal jadi partai besar, mengalahkan hegemoni Golkar, PDIP. Tapi apa yang terjadi? Nazaruddin, juga Ketum Demokrat Anas, korupsi. Banyak kasusnya. Dengan drama yang fantastis.

Nazaruddin kabur dari Indonesia. Mei 2011, dia kabur ke LN. Heboh sudah NKRI. Apalagi Demokrat, oleng kapal mereka. Dan KPK, sungguh mengagumkan, bekerja taktis, tanpa takut, mengejar Nazaruddin. Padahal dia ini dari partai berkuasa. Agustus 2011, Nazaruddin ditangkap di Kolombia. Mantap. Dia dibawa pulang.

End game. Nazaruddin masuk penjara, ketum Demokrat masuk penjara, beberapa elit lain Demokrat masuk penjara. Apa nasib Demokrat? Kembali menjadi partai medioker.

Tahun 2011 itu, sy mengikuti dengan seksama kekacauan ini. Dan yg sangat mengagumkan, KPK terus mengejar Nazaruddin.

Nah, sekarang kita punya kasus baru.

Kalian kenal dengan Harun Masiku? Dia ini bukan pengurus PDIP, tapi kasus dia ini super fantastis menarik. Kenapa? Hanya dia yang bisa membuat PDIP, mengirim surat 3x ke KPU untuk menjadikan dia sebagai anggota DPR. Suap menyuap terjadi. Tentu saja bro, mana ada yg gratisan.

Tapi beda dengan kasus Nazaruddin dulu, sungguh, situasi telah berubah. Sepi. Lengang. Senyap. Saya tidak tahu lagi ngapain 5 pimpinan KPK yg baru di sana. Belum lagi kejadian penuh drama soal penangkapan yg gagal di lokasi ehem dekat PTIK. Belum lagi drama2 lain soal keberadaan Harun Masiku. Ambyar, baru kali ini menonton 5 pimpinan KPK model begini. Simpang siur, beda informasi, dsbgnya. Saya masih percaya 100%, penyidik2 KPK itu gregetan minta ampun pengin menangkap Harun Masiku ini. Entah dengan 5 pimpinannya. Gregetan atau tidak.

Penting sekali Harun Masiku ini ditangkap. Kesaksian dia bisa membuka terang-benderang apa yg terjadi di PDIP ketika 3x surat itu dikirim ke KPU. Usut sampai tuntas. Bodo amat jika dia dari partai penguasa. Tahun 2011, semua dilibas. Kenapa sekarang jadi santuy begini? Apa sih yang berbeda sekarang? Ahhh, kalian simpulkan sendiri.

Semua koruptor, tukang suap, dkk itu adalah musuh NKRI. Mau dia dari PKS (korupsi daging sapi), mau dia Golkar (drama bakpau), mau dia dari partai manapun, habisi. Bangkai Hambalang, bangkai busway, dan bangkai2 lain itu seharusnya diusut. Karena kerugian negara itu dibayar dengan uang pajak rakyat, dan hutang. Mau sedikit atau banyak korupsi adalah korupsi. Bahas dgn konsisten. Termasuk saat ada Gubernur, Bupati, bikin Tim2, proyek2, itu dipelototin semua. Biar lem aibon tidak berceceran.

Berdiri tegak melawan korupsi itu harus konsisten. Bahkan jika kelompok kita yg korup, lawan. Keluarga kita yang maling, lawan, laporkan. Bukan malah tersinggung, marah. Bahkan jika itu baru fase anggaran, kesalahan awal, siaga total. Tidak ada toleransi utk korupsi ini.

Hanya netizen munafik kelas dewa, yang saat korupsi dibahas eh dia marah. Harun Masiku yg dibahas misalnya, dia nyolot. Kayak dia istrinya Harun Masiku, atau anaknya Harun Masiku. Repot sekali netizen sejenis ini. Dia seolah paling Pancasila, tapi sebenarnya parasit besar di negeri ini.

Lawan korupsi.

Related posts